Suatu hari, Ikbal mengeluh kepada kedua orang tuanya karena sepatu yang dia gunakan untuk sekolah sudah tidak layak pakai. Tetapi karena perekonomian mereka pas-pasan jadi sepatu itu urung dibelikan oleh orang tua Ujang. "Bagaimana cara aku dapat sepatu baru ya Tuhan?", kata Ikbal dalam hati. Meski begitu, Ujang tetap semangat dalam studinya. Tak jarang Ujang mendapat cemoohan dari teman2nya karena sepatunya yang sudah rusak seperti mulut buaya yang terbuka. "Hei Bal, udah kau beri makan apa belum itu buaya di kakimu?", tanya salah satu temannya sambil tertawa. Dan 1 kelas pun tertawa terbahak-bahak kecuali Wisnu.
Dan saat di sekolah Ikbal pun tanya kepada Wisnu, "gimana ya Wis, caraku untuk dapat beli sepatu baru? kamu tau sendiri orang tuaku saja hidupnya pas2an". Sejenak Wisnu berpikir dan berkata, "Ehm, gini Bal. Kamu kan suka tu menulis. Kamu tulis2 aja artikel tentang sesuatu yang lagi marak jaman sekarang terus kamu kirimin ke redaksi." "Tapi apa Aku bisa Wis? Aku kan cuma nulis apa aja yang ada dipikiranku", jawab Ikbal. "Wah, ini nih... belum perang udah nyerah. Ya yakin bisa lah. kalau Aku ga yakin ga mungkin aku kasi tau kamu.", sahut Wisnu. "Ok deh, ntar aku coba dah. Makasih ya Wis..." kata Ujang. "Ok sama2". Dan mereka pun kembali mengikuti pelajaran selanjutnya.
Esok harinya, Ikbal mengirimkan hasil tulisannya ke salah satu majalah. Dan saat di sekolah seperti biasa, dia bertemu dengan Wisnu. "Gimana Bal? udah kau kirim belum tulisannya?", tanya Wisnu. "Beres Wis udah aku kirim. cuma koq aku masih ragu ya?", jawab Ikbal. Plakkk,.... tak pelak si Wisnu langsung jitak kepala Ujang. "Kau ngomong seperti itu lagi, aku ledekin sepatu kau habis2an. Mau kau?", kata Wisnu. "Hehehehe, kagak deh... ya maap namanya orang baru pertama kali buat artikel ke redaksi majalah." sahut Ikbal.
Beberapa hari kemudian, ternyata tulisan Ikbal dimuat di salah satu media di kotanya. Dan berita itu sempat membuat gempar seluruh sekolah dan lingkungan si Ikbal. Betapa gembiranya si Ikbal karena dari hasil tulisannya dia mendapat honor yang lumayan. "Thanks ya Wis, kau udah menyemangatiku sampai aku bisa beli sepatu baru." kata Ikbal. "Udah lah, thanks apaan? kan aku cuma kasi saran doank..." jawab Wisnu. Dan mereka berdua pergi ke kantor majalah tersebut untuk mengambil honor di Ujang.
Janganlah berkata aku tidak bisa, jika kita belum melangkah. Dan jangan menyerah sebelum apa yang kita impikan tercapai
00.23
Unknown













